Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui faktor-faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona, dan Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan pemuda Tolandona. Dalam penelitian diambil 14 informan. Adapun kriteria informan tersebut yaitu: Pemuda Wadiabero, Pemuda Tolandona, Kepala Desa Wadiabero, Lurah Tolandona, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kapolsek Gu, dan Kapolsek Sangai Wambulu. Dengan Menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua faktor penyebab konflik antar pemuda Wadiabero Kecamatan Gu dan pemuda Tolandona Kecamatan Sangai Wambulu Kabupaten Buton Tengah: Amarah yang dirasakan oleh pemuda Wadiabero terhadap pemuda Tolandona yang membuat keributan dengan mengeraskan bunyi motornya sehingga pemuda dari Wadiabero tersulut emosinya dengan melakukan tindakan pemukulan terhadap pemuda Tolandona. Usia Pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yang muda sehingga mereka dengan mudah tersulut emosi dengan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Resolusi konflik antar pemuda Wadiabero dan Pemuda Tolandona yaitu dialog dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, dari Desa dan Kelurahan yang sedang berkonflik proses Negosiasi juga dilakukan oleh perwakilan tokoh tokoh, Kepala desa, lurah dan mediasi dilakukan oleh aparat Kepolisian, TNI, Kapolda, Ketua DPR, Anggota DPR, dan Bupati Buton Tengah.
Copyrights © 2022