Indonesia merupakan negara yang menyumbang sampah plastik terbanyak kedua di dunia. Beberapa produsen mulai memberikan solusi terhadap banyaknya sampah plastik tersebut akan tetapi solusi tersebut dinilai masih memberikan dampak negatif yang lebih buruk sehingga disebut dengan False Solution Plastic Management. Salah satu dampak dari False Solution yaitu pencemaran udara berupa mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya mikroplastik di udara dan jumlah polutan PM 2.5 di sekitar hasil pengolahan sampah plastik. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel berada di dua tempat yang berbeda yaitu pada pabrik daur ulang dan timbulan sampah. Hasil menunjukkan terdapat mikroplastik pada dua tempat tersebut. Jumlah mikroplastik yang teridentifikasi sebanyak 1258. Jumlah tersebut didominasi oleh jenis mikroplastik fiber. Penelitian ini juga mengukur jumlah polutan PM 2.5 yang berada di sekitar tempat pengambilan sampel. Nilai PM 2.5 pada pabrik daur ulang sebesar 25 µg/m3 dan pada timbulan sampah 1876 µg/m3.
Copyrights © 2021