Pharmascience
Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Pharmascience

Review: Kandungan Kimia Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Pembuktian In Silico sebagai Inhibitor SARS-CoV-2

Putri Natasya Br Siregar (Universitas Sanata Dharma)
Katrina Imaculata Tema Pedha (Unknown)
Katharina Floransia Walburga Resmianto (Unknown)
Noviayanti Chandra (Unknown)
Vinsensia Nalita Maharani (Universitas Sanata Dharma)
Florentinus Dika Octa Riswanto (Universitas Sanata Dharma)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2022

Abstract

Pada akhir tahun 2019, dunia dilanda wabah COVID-19. Penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) yang dapat menular secara cepat melalui droplet pada saat seseorang batuk, bersin, bahkan saat berbicara. Penyebaran virus ini dapat dicegah dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Jahe merah merupakan salah satu tanaman yang mengandung banyak senyawa kimia yang dapat menjadi imunomodulator bagi tubuh. Jumlah senyawa minyak atsiri, gingerol, dan diarilheptanoid yang terkandung dalam jahe merah secara berturut-turut sebanyak 194, 85, dan 28 jenis. Studi in silico dapat digunakan untuk memprediksi potensi dari jahe merah sebagai imunomodulator. Metode ini terbukti dapat menganalisis senyawa yang memiliki potensi klinis dalam periode yang singkat dan biaya yang murah. Dari hasil penelusuran beberapa penelitian dengan pendekatan in silico, diperoleh hasil bahwa senyawa kimia dalam jahe merah memiliki aktivitas inhibitor SARS-CoV-2 diantaranya adalah cyanin, gingeronone A, dan quercetin. Kata Kunci: Jahe Merah, SARS-CoV-2, Immunomodulator, In Silico, Molecular Docking   At the end of 2019, the world was hit by the COVID-19 outbreak. A disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) virus which can be transmitted quickly through droplets when a person coughs, sneezes, or even talks. The spread of this virus can be prevented by increasing the body's immune system. Red ginger is a plant that contains many chemical compounds that can be an immunomodulator for the body. The number of volatile oil compounds, gingerols, and diarylheptanoids contained in red ginger were 194, 85, and 28 types, respectively. In silico studies can be applied to predict the potential of red ginger as immunomodulator. This method is proven to be able to analyze compounds that have clinical potential in a short period and low cost. It was found that cyanin, gingeronone A, and quercetin were potential compounds in the red ginger with SARS-CoV-2 inhibitory according to several reports using in silico approach. 

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

pharmascience

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience ...