Tujuan: Mendiskripsikan perbedaan tekanan darah pada lansia sebelum dan sesudah diterapkan relaksasi otot progresif. Metode: Studi ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan dalam studi kasus yaitu pasien hipertensi yang terdiri dari 2 pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan pre-test dan post-test. Untuk nilai pre-test responden diukur tekanan darah 5 menit sebelum dilakukan relaksasi otot progresif dan pengukuran tekanan darah post-test 5 menit setelah dilakuakn relaksasi otot progresif. Klasifikasi nilai tekanan darah menggunakan JNC VII. Hasil: Terdapat perubahan tekanan darah sesudah dilakukan tindakan relaksasi otot progresif pada Ny. S dengan tekanan sistolik 30 mmHg dan diastolik 30 mmHg, sedangkan Ny. W dengan tekanan sistolik 30 mmHg dan diastolik 20 mmHg. Kesimpulan: Penerapan relaksasi otot progresif membantu menurunkan atau mengontrol tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Copyrights © 2022