Pandemi COVID-19 yang menjadi wabah global sejak 2020 telah memaksa perusahaan untuk dapat segera beradaptasi dengan kebiasaan baru. Adanya tuntutan untuk membatasi berkumpulnya sejumlah orang dalam satu waktu dan ruang seperti kegiatan rapat menjadi dibatasi. Mengingat pentingnya kegiatan rapat kerja untuk kelancaran jalannya usaha, maka diperlukan suatu alternatif untuk dapat mengatasi pembatasan tersebut. Memanfaatkan teknologi video conference sebagai solusi terbaik pelaksanaan rapat bisnis dengan tetap menjalankan protokol pencegahan COVID-19. Teknologi video conference yang ada saat ini berkembang dengan sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah aplikasi video conference dengan beragam layanan dan keunggulan. Dalam memilih aplikasi video conference, pengguna pada dasarnya menentukan kriteria-kriteria berdasarkan persepsi dan preferensi mereka masing-masing. Dengan banyaknya aplikasi yang tersedia dan beragamnya kriteria-kriteria dalam memilih menyebabkan pemilihan aplikasi video conference menjadi hal yang tidak mudah. Sistem pendukung keputusan dapat menjadi alat bantu bagi perusahaan dalam menentukan aplikasi video conference yang paling tepat untuk digunakan. Dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), alternatif-alternatif solusi dinilai berdasarkan persepsi dan preferensi terhadap lima kriteria: harga, kualitas, fitur, kebutuhan hardware dan batasan. Melalui perhitungan metode AHP dalam analisa data menghasilkan keluaran berupa aplikasi video conference yang paling baik dan sesuai dengan preferensi dari pengguna.
Copyrights © 2022