Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa kejadian wasting pada balita mengalami penurunan yaitu dari 12,1% pada tahun 2013 menjadi 10,2% pada tahun 2018. Walau mengalami penurunan, menurut WHO angka ini masih tergolong serius dan masih jauh dari target yaitu dibawah 5%. Balita yang mengalami wasting akan mengalami gangguan pertumbuhan fisik, morbiditas bahkan berisiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik balita, menganalisis faktor - faktor yang memengaruhi serta kecenderungannya terhadap kejadian wasting pada balita di Indonesia tahun 2018. Dengan menggunakan metode regresi logistik biner, hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin balita, umur balita, status berat badan lahir balita, tingkat pendidikan ibu, serta akses ke rumah sakit signifikan terhadap kejadian wasting di Indonesia tahun 2018. Kecenderungan balita untuk mengalami wasting adalah balita yang berjenis kelamin laki-laki, umur 0-23 Bulan, balita yang memiliki riwayat BBLR, ibu dengan pendidikan rendah, serta akses yang sangat sulit menuju rumah sakit. Untuk itu, diperlukan peran ibu, keluarga hingga pemerintah dalam menurunkan prevalensi kejadian wasting pada balita di Indonesia.
Copyrights © 2020