Dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah, perlu banyak aspek yang diperhatikan. Salah dua aspek dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi positif suatu daerah adalah infrastruktur dan perdagangan. Pembangunan suatu infrastruktur atau proyek perlu memerlukan biaya, apalagi proyek tersebut bukan proyek yang kecil. Oleh karena nya, perlu ada nya kajian dan penelitian yang dalam dan terstruktur sebelum proyek tersebut didanai atau sudah didanai sehingga mengetahui prospek dari proyek tersebut. Pengkajian dan penelitian tersebut menggunakan analisa studi kelayakan finansial pembangunan Pasar Bareng Kota Malang dengan tujuan untuk melihat kelayakan keuangan pembangunan Pasar Bareng. Studi kelayakan proyek mempunyai arti yaitu sebuah studi yang dapat melihat apakah proyek tersebut jika mendapatkan investasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara keuangan. Studi ini memakai metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Data yang sudah terkumpul akan di analisis dan mendapatkan sudut pandang pembangunan proyek dari segi finansial nya. Dalam penelitian tersebut terdapat adanya perbandingan laba atau rugi yang didapatkan melihat data dari biaya operasional, pendapatan, dan biaya investasi. Biaya yang digunakan berasal dari biaya pemeliharaan dan operasional yang dikeluarkan semasa beroperasi nya Pasar Bareng. Hasil uji analisa kelayakan dengan menggunakan metode Net Present Value mendapatkan nilai Rp.– 7.000.291.269.823. Lalu, metode Benefit Cost Ratio mendapatkan nilai Rp.0,000,039,423,147. Dan yang terkahit metode Internal Rate of Return yang mendapatkan nilai -1.373.149,77. Dari hasil analisis tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa pembangunan Pasar Bareng Kota Malang tidak layak untuk dilakukan.
Copyrights © 2022