Perencanaan proyek memerlukan aspek pendukung supaya tidak terjadi kesalahan seperti bertambahnya waktu penyelesaian. Keterlambatan terjadi dari pengaruh cuaca dan kurang terpenuhi kebutuhan pekerja. Penelitian ini menggunakan proyek lapangan kontainer yang memerlukan 147 hari. Proyek ini mengalami keterlambatan waktu proyek 12 hari sehingga diperlukannya percepatan, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kegiatan kritis, menghitung peluang keberhasilan proyek, dan menentukan waktu dan biaya optimal. Metode penelitian ini yaitu CPM, PERT, dan Crashing. Metode CPM mengetahui 26 kegiatan kritis, kemudian metode PERT mengetahui peluang keberhasilan proyek 95.35%, crashing penambahan 1 jam kerja lembur memangkas 14 hari dengan biaya Rp. 7.520.647.067,57, penambahan 2 jam kerja lembur memangkas 24 hari dengan biaya Rp. 7.535.950.438,35. Alternatif optimal yaitu penambahan 1 jam kerja lembur dengan cost slope Rp. Rp. 355.256,82. Penerapan metode CPM, PERT, dan crashing mengeluarkan biaya Rp. 7.520.647.067,57 dan denda pinalti jika 12 hari penambahan waktu mengeluarkan biaya Rp. 7.554.362.977,69 dengan selisih biaya Rp. 33.715.910,12. Kata kunci: CPM, Crashing, Keterlambatan, PERT, Proyek
Copyrights © 2022