Rekrutmen pegawai pada Kantor SAR Kelas A Manado untuk jabatan Rescuer masih mengikuti sistem rekrutmen PNS secara umum. Peserta yang lulus seleksi akan mengikuti pelatihan dasar selama 3 (tiga) bulan. Berdasarkan data yang ada selama 5 (lima) tahun terakhir, tingkat kelulusan peserta dikdas tidak mencapai 100% sehingga harus mengulang pada tahun berikutnya. Oleh karna itu peneliti ingin meneliti sistem rekrutmen sumber daya Rescuer di Kantor SAR Kelas A Manado. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan informan para pegawai di Kantor SAR Kelas A Manado dengan menggunakan teknik analisa data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, sistem rekrutmen selama ini tidak mensyaratkan keterampilan-keterampilan dasar khusus untuk jabatan Rescuer akibatnya tingkat kelulusan dikdas tidak maksimal karena apabila peserta belum memiliki pengetahuan dasar tentang keterampilan-keterampilan khusus yang wajib dimiliki seorang Rescuer, akan sulit untuk menyerap ilmu yang diberikan dalam waktu yang singkat. Selain itu, nepotisme sangat mempengaruhi sistem perekrutan. Peserta yang sebenarnya memiliki kualifikasi yang tepat untuk jabatan tersebut dilihat dari hasil tes dalam beberapa tahap, pada akhirnya tidak lulus karena tidak memiliki kedekatan dengan âorang dalamâ. Hal-hal inilah yang mempengaruhi sistem rekrutmen pada Kantor SAR Kelas A Manado sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan tidak berkualitas. Kata kunci : Rekrutmen, rescuer, sistem
Copyrights © 2015