Paving block merupakan salah satu alternatif konstruksi bangunan yang berperan penting sebagai penutup atau perkerasan jalan. Keuntungan menggunakan paving block adalah tahan lama, murah dan kinerja yang baik dalam kondisi pemukiman, konstruksi sederhana, dan ketersediaan material yang banyak. Namun juga dapat mengalami kerusakan seperti halnya konstruksi lainnya. Karena penggunaan paving block pada saat ini sudah semakin meningkat maka penggunaan semen pun semakin meningkat mengakibatkan para peneliti harus melakukan penelitian untuk mengatasi masalah tersebut, dan terkait dengan kebutuhan untuk mengurangi konsumsi semen dan sumber daya alam lain nya yang menjadi bahan penyusun paving block dan biaya produksi, banyak para peneliti berfokus untuk melibatkan penggunaan limbah-limbah yang ada sebagai bahan penyusun alternatif pada pembuatan paving block. Sibolga merupakan daerah pertanian (penghasil padi) di Sumatera Utara. Kilang-kilang padi di sana banyak menghasilkan limbah padi, yang mana pemanfaatannya kurang optimal. Selain itu, Lubuk Pakam merupakan daerah penghasil tanah liat di Sumatera Utara, dimana banyak produsen-produsen bata merah di sana. Berdasarkan kondisi ini, ada baiknya jika dilakukan penelitian bagaimana memanfaatkan kedua material tersebut pada pembuatan paving block.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kajian eksperimental di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan variasi jumlah bubuk bata merah (BBM) dengan kadar Low Volume, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dari berat semen awal, dan variasi jumlah abu sekam padi (ASP) 0%, 10%, 15%, 20% untuk setiap penambahan variasi bubuk bata merah. Paving block dengan perbandingan BBM 0% dan ASP 0% dijadikan control (paving block normal). Benda uji yang digunakan adalah Paving Block berdimensi 20 cm x 10 cm x 6 cm, dimana pemadatannya dengan cara manual. Pengujian beban impact paving block dilakukan pada umur 3, 7, dan 28 hari. Selain itu, juga diperiksa berat volume dan daya serap airnya.Paving block dengan variasi 25% BBM dan 20% ASP memberikan nilai optimum, diameter dan kedalaman tumbukan pada usia 28 hari sangat kecil menunjukkan bahwa kualitas paving block nya tahan terhadap beban impact ,dimana rata-rata diameter nya umur 28 hari berturut-turut yaitu 20,16 mm dan 1,680 mm. sedangkan diameter dan kedalaman tumbukan paving block dari masyarakat yang umurnya sudah melebihi 28 hari itu sebesar 21,35 mm dan 2,201 mm. Ini menunjukkan bahwa paving block yang yang di hasilkan pada penelitian ini lebih bagus mutu nya. Energi potensial yang digunakan pada penelitian ini sebesar 50 joule. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bubuk bata merah (BBM) dan abu sekam padi (ASP) dapat diusulkan untuk menjadi material penyususn tambahan dalam meningkatkan kuat tekan paving block.Kata kunci: Bubuk bata merah, abu sekam padi, paving block, beban impact
Copyrights © 2021