Jurnal Teknik Sipil USU
Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 1 No. 1 Tahun 2021

Evaluasi Perubahan Garis Pantai pada Pantai Cermin berdasarkan Survei dengan Metode RTK GPS (Studi Kasus : Pantai Mutiara, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara)

Shofa Azzahra (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Oct 2022

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi zona pantai yang berkaitan dengan gaya-gaya laut yang bekerja di perairan pantai seperti pasang surut, angin, gelombang, angkutan sedimen, dan komposisi sedimen pantai. Oleh karena itu perhatian lebih terfokus ke zona pantai pada saat terjadi perubahan garis pantai ke arah daratan atau yang dikenal dengan erosi. Metode RTK GPS ini berbeda dengan metode statik dimana pada metode statik koordinat baru diperoleh setelah melakukan pemrosesan baseline (Post Processing). RTK GPS itu sendiri memiliki ketelitian yang tinggi yaitu dalam fraksi milimeter (1-5 mm). Studi ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi Real Time Kinematik GPS dalam survei dan pemetaan zona pantai sehingga diperoleh data yang akurat dalam waktu yang relatif cepat mengenai situasi geomorfologi pantai khususnya di lokasi pantai yang dipilih. Berdasarkan hasil dari analisa menggunakan software QGIS didapatkan pada tahun 2015-2016 bahwa Pantai Mutiara mengalami erosi sebesar 754 m2 , dan mengalami akresi sebesar 2283 m2. Pada tahun 2016-2017 Pantai Mutiara mengalami erosi sebesar 8902,37 m2 , dan mengalami akresi sebesar 1520,22 m2. Pada tahun 2017-2018 mengalami erosi sebesar 20.018,54 m2 , dan mengalami akresi sebesar 4121,15 m2. Pada tahun 2018-2019 mengalami erosi sebesar 3.108,61 m2 , dan mengalami akresi sebesar 17.097,23 m2. Dan pada tahun 2019-2020 mengalami erosi sebesar 8902,37 m2 , dan mengalami akresi sebesar 1520,22 m2.Kata kunci: Garis Pantai, Erosi, Akresi, RTK GPS, DSAS.

Copyrights © 2021