Berdasarkan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan program Pelaksaaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Skala Kecil dan juga Program Pembangunan Ketenagatistrikan 35.000 MW, maka perlu dilakukan kajian mengenai potensi sumber energi tenaga listrik khususnya melalui sumber daya yang terbaharukan khusunya sumber daya air. Studi yang telah dilakukan di Kecamatan Sijamapolang menjadi dasar bagi penulis dalam meneliti lebih jauh tentang potensi pembangkit listrik di Kecamatan tersebut. Studi ini mengevaluasi besarnya potensi energi di Kecamatan Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam analisis hidrologi menggunakan metode Penman modifikasi untuk menentukan besarnya evapotranspirasi. Dalam menentukan ketersediaan debit sungai digunakan metode F. J. Mock. Dari analisis hidrologi potensi debit yang tersedia diperoleh debit andalan Q90 = 2,46 m3/detik, tinggi jatuh head sebesar 47,865 m. Setelah dilakukan penelusuran dengan Google Earth dan dibandingkan data yang ada pada studi sebelumnya didapatkan posisi koordinat bangunan penting yang jauh berbeda dengan posisi peta hasil studi sebelumnya,contohnya elevasi headpond terletak pada posisi yang tinggi dari bangunan intake yang mengindikasikan air tidak dapat mengalir ke tempat yang seharusnya. Disamping itu untuk mendapatkan daya sebesar 2 x 2 MW maka dibutuhkan debit lebih besar dari 10 m3/detik, sedangkan dari analisis penulis debit andalan Q90 yang tersedia hanya 2,46 m3/detik. Kesimpulannya studi inimemberikan rekomendasi agar studi yang pernah dilakukan sebelumnya ditinjau ulang untuk memperoleh data dan informasi yang akurat sebagai bahan pertimbangan dalam tahapan pembangunan PLTM selanjutnya.Kata Kunci: : Pembangkit Listrik, F.J Mock,Google Earth, Daya Listrik
Copyrights © 2021