Sistem Informasi Akademik (SIMAK) UIN Raden Fatah Palembang merupakan sistem informasi pelayanan yang diberikan pihak PUSTIPD (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data) membantu Mahasiswa dan Dosen salah satunya untuk melihat data pribadi, data nilai, data krs. Dalam menerapkan SIMAK bisa muncul resiko akibat terjadi kesalahan dalam menerapkan penggunaannya salah satunya koneksi system error, hardware yang rusak, network yang gagal, backup data yang gagal, power failure, penyalahgunaan hak akses, cybercrime. Untuk meminimalkan efek ancaman tersebut dapat menerapkan manajemen resiko yang bertujuan mengatasi resiko menggunakan mengantisipasi kerugian - kerugian yang terjadi serta mengimplementasikan prosedur yang mampu menimimalkan terjadinya kerugian. Dengan adanya pengelolaan manajemen resiko sistem informasi ini Penulis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan metode pendekatan kualitatif. FMEA yang dipergunakan untuk mengetahui potensi kegagalan, resiko, akibat serta memprioritaskan kategori tersebut dengan nomor prioritas yaitu Risk Priority Number (RPN). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 kategori dalam prioritas nilai RPN pada SIMAK yaitu, 1 nilai berkategori sangat tinggi, 3 nilai berkategori tinggi, 4 nilai berkategori sedang, 3 nilai berkategori rendah, 6 nilai berkategori sangat rendah dan 1 nilai berkategori hampir tidak ada kegagalan.Kata kunci : Manajemen Resiko, Sistem Informasi Akademik, Failure Mode and Effect Analysis
Copyrights © 2022