Energi adalah besaran yang tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan (kekal), energi dapat dibagi dua energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) dan tidak dapat diperbaharui (non renewable energy). Energi biomassa merupakan sumber energi alternatif yang perlu mendapat prioritas dalam pengembangannya. Penggunan bahan bakar fosil semakin lama akan habis dan untuk mengantisipasi habisnya bahan bakar fosil khususnya batubara maka ada inovasi bahan bakar dapat diperbaharui yaitu briket bioarang, untuk komposisi pembuatan briket bioarang yaitu dari cangkang,biji, dan batang kayu pohon karet yang sudah tidak terpakai di perkebunan karet (limbah) lalu proses karbonasi menggunakan temferatur 350-400 ÂșC. Untuk perekat briket terbuat dari getah dan tepung singkong (tapioka) dengan rasio arang:perekat 5% 70:30, 50:50, 10% 70:30, 50:50, dan 15% 30:70. Hasil pengujian dari briket bioarang cangkang, biji, dan batang kayu pohon karet terdiri dari analisa proksimat (kadar air terbesar adalah 10,25%, kadar abu sebesar 9,65%, zat terbang sebesar 34,48%, dan karbon tetap sebesar 64,18%), dan nilai kalor sebesar 6929 cal/gram menggunakan standar ASTM, untuk pengujian briket bioarang cangkang, biji, dan batang pohon karet sudah mencapai standar nasilonal indonesia (SNI) dan standar jepang dengan minimal nilai kalor 6014 cal/gram dan 6929 cal/gram pada pengujian briket bioarang cangkang, biji, dan batang pohon karet.
Copyrights © 2022