Penelitian ini dilatarbelakangi semakin meningkatnya kasus kehamilan dan sex bebas dikalangan remaja Indonesia. Salah satu faktor penyebab meningkatkan trend tersebut adalah kurangnya pendidikan seks bagi anak usia remaja. Secara umum seringkali seks edukasi dipersepsikan juga sebagai melegalisasi seks bagi remaja. Disisi lain, bagi para remaja ketika menonton adegan yang berbau seks dalam sebuiah film seringkali dianggap sebagai “pembenaran” dalam aktifitas mereka sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Sex Positivity disajikan dalam sebuah film di Indonesia. Bagi kita yang hidup dengan budaya timur yang masih kuat, menarik untuk melihat bagaimana film “dua Garis Biru” seakan mendobrak paradigma bahwa film di Indonesia haruslah jauh dari adegan-adegan tujuhbelas tahun keatas.
Copyrights © 2022