Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran sedalam-dalamnya mengenai implementasi kebijakan penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) pada masa pandemi covid-19 di Kelurahan Nalu. Penelitian ini didesain dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui pengamatan, dan wawancara mendalam kepada 10 informan. Peneliti juga mengumpulkan data dan informasi dari berbagai literatur, karya tulis, foto, peraturan, arsip pendamping, sumber data elektronik, dan lain-lain. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Dari 3 (tiga) variabel yang diteliti menggunakan model implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier, semuanya belum terpenuhi. Variabel karakteristik masalah, yaitu Bansos PKH dan bantuan komplementaritas dianggap sangat membantu mengurangi beban ekonomi KPM PKH di Kelurahan Nalu selama masa pandemi covid-19. Hanya saja, pelaksanaan kegiatan PKH belum optimal. Variabel karakteristik kebijakan, yaitu meski aturan pelaksanaan penyaluran telah dibuat jelas, namun pelaksanaannya belum sempurna, karena kurangnya koordinasi Bank Penyalur dengan Pelaksana PKH Kelurahan Nalu dan pemerintah setempat. Transporter Bantuan Sosial Beras (BSB) juga dianggap kurang bertanggungjawab menyelesaikan penyaluran beras bagi KPM PKH. Variabel lingkungan kebijakan, yaitu kondisi sosial ekonomi masyarakat KPM PKH di Kelurahan Nalu masih tergolong miskin dan rentan miskin. Program ini mendapat dukungan publik yang luas. Hanya saja komitmen Bank Penyalur dan Transporter dinilai masih kurang.
Copyrights © 2022