Sintesis
Vol 16, No 2 (2022)

CITRA SEKSUALITAS DAN POLITIK DALAM PUISI MBELING KARYA REMY SYLADO: KAJIAN EKLEKTIK

Sarwo Edi Wardana (Prodi Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma)



Article Info

Publish Date
13 Oct 2022

Abstract

ABSTRAK Artikel ini membahas tentang citra seksualitas dan politik di Indonesia dalam puisi mbeling pada antologi Puisi Mbeling karya Remy Sylado dengan pendekatan eklektik, yaitu pendekatan yang menggabungkan dua pendekatan. Dalam penelitian ini, dua pendekatan yang dipilih adalah ekspresivisme dan pragmatik. Dari pendekatan ekspresivisme menggunakan teori Keluhuram perspektif Longinus melalui lima sumber keluhuran dan dari pendekatan pragmatik menggunakan teori Efek Relief perspektif Simon O. Lesser yang memanfaatkan terminologi psikoanalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan dua pendekatam yang digunakan, secara umum menunjukkan bahwa citra seksualitas ditampilkan sangat sempit dan terfokus pada kaum heteroseksual, marginalisasi kaum homoseksual (LGBT+), dan citra perempuan dengan berbagai kondisi yang dianggap tidak ideal; sedangkan citra politik sebagian besar menunjukkan rezim Orde Baru (Orba) yang korup, menciptakan trust issue, ilusif, dan hipokrit. Kata Kunci: puisi mbeling, citra, seksualitas, politik, eklektik ABSTRACT This paper discussed the image of sexuality and politics in Indonesia in the mbeling poems on Remy Sylado's anthology Puisi Mbeling with an eclectic approach, that's an approach that combines two approaches. In this study, the two approaches were chosen expressivism and pragmatics. The expressivism approach was chosen with Longinus' theory of sublime perspective through five sources of sublime and the selection a pragmatic approach was chosen with Simon O. Lesser's perspective relief effect theory which utilizes psychoanalytic terminology. The results of this study are concluded from two perspectives used which in general shows that the image of sexuality displayed is very narrow in focus on heterosexuals, marginalizes homosexuals (LGBT+), and women with various conditions that are considered not ideal, while the political image is broadly most of them show the corrupt Orde Baru (Orba) regime, creating trust issues, fraud, and hypocrisy.Keywords: mbeling poetry, image, sexuality, politics, eclectic

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sintesis

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. ...