Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui secara mendalam eksistensi penciptaan kriya perak murni dan sakral saat ini serta perhatian masyarakat pada karya tersebut. Hasil penelitian ini juga akan sangat bermanfaat bagi kriyawan, pengusaha, akademis, dan pemerintah sebagai bahan imformasi tentang tumbuh kembangnya penciptaan karya perak dalam situasi pariwisata yang tidak menentu. Terpuruknya pariwisata Bali, berdampak pada menurunnya produksi kerajinan perak di Gianyar, terutama pada produk untuk kebutuhan pariwisata. Beberapa wilayah yang dahulu menjadi pusat kerajinan perak seperti di Desa Celuk, Desa Singapadu, dan Desa Taro, sekarang sudah tidak produktif lagi, karena sudah jarang mendapat pesanan. Dalam situasi sepi, beberapa kriyawan yang kreatif dan memiliki ketrampilan tinggi mulai mengalihkan produksi karyanya dengan menciptakan beberapa karya seni murni dan seni sakral sebagai barang koleksi maupun hiasan Sesuhunan seperti: Barong , Rangda, dan Topeng yang disucikan dan disakralkan oleh masyarakat Bali. Orientasi penciptaan karya perak akhirnya mengarah pada karya yang bermutu dan memiliki nilai estetika tinggi. Sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara holistik, bagaimana eksistensi penciptaan karya perak murni dan sakral di Gianyar saat ini?, karya perak apa saja yang diciptakan kriyawan saat ini yang memiliki nilai seni murni dan seni sakral?. Metode yang digunakan adalah metode klualitatif diskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Karya tulis ini juga sangat tepat dilaksanakan untuk mengkaji secara mendalam perkembangan karya perak seni murni dan seni sakral. Sebuah pergulatan yang sangat besar antara modal budaya dan modal ekonomi dalam usaha mencari kekuasaan dan pelestarian karya perak sebagai karya seni adiluhung. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada ilmu pengetahuan terutama yang berkaitan dengan seni dan kerajinan secara umum.
Copyrights © 2022