Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
2022

Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pengobatan Sendiri (Studi Kasus di Apotek Kabupaten Kendal)

Anisa Rahmawati (Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Muhammad Ikhsan (Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim Semarang
mikhsan14061994@gmail.com (koresponden))

Junvidya Heroweti (Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim Semarang)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

Self-medication is an effort made by the community to treat minor illnesses such as flu, cough, fever and others without a doctor's prescription. In practice, limited knowledge about drugs will be a source of problems. So research is needed that aims to determine the relationship between the level of knowledge and self-medication behavior. This study involved 96 respondents selected by purposive sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires and then analyzed descriptively. The results showed that the majority of patients who visited the pharmacy were aged 26-50 years (65%), female (56%), high school educated (68%), income Rp 1,000,000-2,500,000,000 per month (29%), place of residence to the pharmacy <5 km (56%) and work as an employee (51%). The most knowledge level category was moderate (64.5%), while self-medication behavior category was sufficient (62.5%). It was concluded that there was a correlation between education level and knowledge level, between education level and self-medication behavior and between knowledge level and self-medication behavior.Keywords: pharmacy; self-medication behavior; knowledge ABSTRAK Pengobatan sendiri merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit ringan seperti flu, batuk, demam dan lain-lain tanpa resep dokter. Pada pelaksanaannya, keterbatasan pengetahuan tentang obat akan menjadi sumber masalah. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri. Penelitian ini melibatkan 96 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang berkunjung ke apotek berusia 26-50 tahun (65%), perempuan (56%), berpendidikan SMA (68%), berpendapatan Rp 1.000.000-2.500.000.000 per bulan (29%), jarak tempat tinggal ke apotek <5 km (56%) dan bekerja sebagai karyawan (51%). Kategori tingkat pengetahuan terbanyak adalah sedang (64,5%), sedangkan kategori perilaku pengobatan sendiri adalah cukup (62,5%). Disimpulkan bahwa ada korelasi antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan, antara tingkat pendidikan dengan perilaku pengobatan sendiri dan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri.Kata kunci: apotek; perilaku pengobatan sendiri; pengetahuan

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sf

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical ...