ABSTRAKPemilihan Umum merupakan suatu proses dimana para pemilih dapat menentukan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Hal yang menarik bahwa kehadiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh pada Pileg tahun 2019 dengan menghadirkan caleg pendatang baru yakni Salihin yang mampu meraih suara hingga 20.322 suara, perolehan suara tersebut juga menempatkan dirinya sebagai salah satu peraih suara terbanyak ditingkat DPRA. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemenangan Salihin dalam Pileg 2019 Dapil IV Aceh dan untuk mengetahui strategi marketing politik yang diterapkan oleh Salihin dalam Pileg 2019. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori marketing politik yang memiliki tiga variabel yakni a) keberadaan pemimpin politik; b) merawat ketokohan dan memantapkan kelembagaan; c) menciptakan kebersamaan, yang dikombinasikan dengan konsep strategi. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keterpilihan Salihin dalam Pileg 2019, antara lain: sosok pribadi Salihin, PKB sebagai partai penguasa eksekutif di Bener Meriah, dan kuatnya dukungan tim sukses yang dibentuk.Kata Kunci : Pileg 2019, Partai Politik PKB, Dapil IV Aceh Tengah-Bener Meriah. ABSTRACT A general election is a process where voters can determine people to fill certain political positions. The interesting thing is that the presence of the Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh in the 2019 legislative election by presenting a newcomer candidate, Salihin, was able to win 20,322 votes. The vote gain also put him as one of the most votes at the DPRA (The People’s Representative Council of Aceh) level. Therefore, this study aimed to determine the factors that influenced Salihin's victory in the 2019 Regional Elections for Electoral District IV of Aceh and find out the political marketing strategies implemented by Salihin in the 2019 legislative elections. This study uses political marketing theory, which has three variables to analyze these problems, namely a) the presence of political leaders; b) maintaining character and strengthening institutions; c) creating togetherness, which is combined with the concept of strategy. The research approach used was descriptive qualitative methods. This study indicate that the factors that influenced Salihin's election in the 2019 Pileg, among others: Salihin's personal figure, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) as the executive ruling party in Bener Meriah, and the strong support of the campaign team that was formed. Keywords: 2019 Legislative Election, PKB Political Party, Electoral District IV of Aceh Tengah – Bener Meriah.
Copyrights © 2022