Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh memiliki jumlah kasus positif COVID-19 cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di lingkup Provinsi Aceh, bahkan Kota Banda Aceh kerap masuk zona merah. Dengan jumlah korban yang terus bertambah seiring berjalannya waktu, sehingga pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, seperti jam malam dan membatasi masyarakat dalam kerumunan ramai. Selain itu, masyarakat juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan di semua tempat keramaian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi Satgas dalam penanganan COVID-19 serta hambatan yang dialami Satgas dalam penanganan COVID-19 di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitiatif dengan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi Satgas penanganan COVID-19 Kota Banda Aceh dalam menangani penyebaran virus COVID-19 di Kota Banda Aceh, terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari pendisiplinan pelaku usaha, pemberlakuan jam operasional buka tempat usaha, sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk tempat usaha hingga pemberian sanksi. Kemudian pendisiplinan protokol kesehatan bagi masyarakat, mulai dari sosialisasi protokol kesehatan, razia terhadap individu yang tidak menerapkan protokol kesehatan, hingga ke tahap pemberian sanksi bagi yang melanggar protokol Kesehatan. Dalam penanganan penyebaran COVID-19 di Kota Banda Aceh, satgas menemukan beberapa hambatan yakni berupa penyebaran informasi palsu (hoax), pola pikir masyarakat yang tidak percaya terhadap COVID-19 hingga keterbatasan fasilitas pendukung penanganan COVID-19 di awal pandemi. Disarankan kepada Satgas COVID-19 Kota Banda Aceh untuk selalu memperketat pengawasan terhadap penularan COVID-19, lebih berinovasi dalam memecahkan masalah penanganan COVID-19 yang berkaitan langsung dengan masyarakat, serta selalu mendahulukan kebijakan yang telah dibuat secara sistematis dari pada kebijakan spontan yang dapat berpotensi merugikan hajat hidup orang banyakKata Kunci: Banda Aceh, COVID-19, Penanganan, Satgas, Strategi
Copyrights © 2022