Perusahaan manufaktur mempunyai kontribusi yang besar dalam pembentukan produk domestik bruto di Indonesia. Pada umumnya, perusahaan manufaktur merupakan industri sekunder yang menciptakan produksi buatan pabrik dan dilakukan secara besar-besaran. Berdasarkan 18 perusahaan yang diambil sebagai sampel yang mewakili seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2015, ditemukan fenomena gap yaitu perkembangan rata-rata return saham perusahaan manufaktur yang melakukan pengumuman right issue tahun 2013-2015 bergerak fluktuatif. Berfluktuatifnya perkembangan rata-rata return saham dari tahun 2013 sampai 2015, juga turut membuat timbulnya fenomena pada rasio keuangan khususnya likuiditas dengan proksi Current Ratio (CR) dan profitabilitas dengan proksi Return on Asset (ROA). Hasil penelitian menunjukkan right issue, likuiditas dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap return saham pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian berdasarkan koefisien determinasi diperoleh R square adalah 0,297, hal ini berarti bahwa right issue, likuiditas dan profitabilitas dapat menerangkan return saham pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebesar 29,7%. Adapun nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,545 atau 54,5%, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh right issue, likuiditas dan profitabilitas dapat menerangkan return saham pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah sedang/cukup.
Copyrights © 2017