Untuk terus tumbuh, investasi adalah masalah penting bagi perusahaan. Sedangkan investasi membutuhkan dana yang dapat diperoleh dengan pembiayaan internal atau eksternal. Dalam pasar keuangan yang efisien dan lengkap, arus kas internal seharusnya tidak berdampak pada tingkat investasi; tetapi dalam pasar yang tidak efisien dan tidak lengkap, teori pecking order berpendapat bahwa harus ada hubungan positif. Namun, ada kontradiksi dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak afiliasi kelompok, nilai perusahaan dan arus kas pada keputusan investasi dengan menggunakan regresi data panel. Dengan menggunakan data terkini yang dapat diperbandingkan terdiri dari 27 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015, studi ini mendokumentasikan bahwa tingkat investasi secara signifikan positif dipengaruhi oleh tingkat arus kas internal, yang menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi keterbatasan dalam akses ke pembiayaan eksternal. Selain itu, kami membandingkan sensitivitas arus kas investasi dari perusahaan grup bisnis Indonesia dan perusahaan non-grup. Kami menunjukkan bahwa sensitivitas arus kas investasi lebih rendah dan signifikan untuk kelompok bisnis daripada kelompok non-bisnis.
Copyrights © 2019