Pengeringan adalah salah satu proses tahapan pasca panen yang penting mengingat proses ini menyerap cukup banyak energi. Diperkirakan 12% dari total energi yang digunakan pada industri pangan dan pertanian adalah untuk pengeringan. Salah satu alternatif pengeringan adalah menggunakan Solar Dryer sebagai sarana penangkap energi. Panas yang terakumulasi tersebut dipakai untuk mengeringkan Porang yang berada dalam Solar Dryer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air akhir umbi porang setelah pengeringan per hari untuk tiap variasi beban diperoleh nilai terendah 9,90 %bb pada variasi beban 10 kg dan laju pengeringan tertinggi 0,550 kg/jam dari asumsi kadar air awal 70 %bb. Sedangkan pada variasi beban 8,5 kg (H1) dan 14 kg (H3), kadar air akhirnya masih memenuhi standar yaitu 11,4 %bb dan 10,98 %bb dengan laju pengeringan terendah 0,330 kg/jam (H3). Jika dikaitkan antara distribusi temperature maupun kelembaban udara dalam rumah pengering dengan laju pengeringan, konsumsi energi spesifik (KES), dan efisiensi pengeringan, maka terdapat perbedaan antar variable tersebut. Hal ini menunjukkan hasil perbandingan terbalik antara konsumsi energi spesifik, namun berbanding lurus dengan laju pengeringan dan efisiensi pengeringan
Copyrights © 2022