Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan Volume Perdagangan Saham dan Abnormal Return Saham tujuh hari sebelum dan sesudah pengumuman stock split terhadap perusahaan manufaktur. Stock Split dilakukan atas dasar dua teori, berdasarkan Trading Range Theory harga saham yang tinggi membuat perusahaan harus memecah harga sahamnya dengan harapan dapat meningkatkan likuiditas. Signalling Theory menyatakan stock split adalah bentuk penyampaian informasi tentang kinerja dan prospek perusahaan di pasar modal. Penelitian ini menggunakan event study untuk mengamati Trading Volume Activity dan Abnormal Return. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapat dari Indonesia Stock Exchange (IDX). Setelah menggunakan metode purposive sampling, terdapat 19 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indoneisa Stock Exchange (IDX) pada periode 2010 - 2014 yang terpilih sebagai sampel.
Copyrights © 2017