E-procurement memiliki banyak manfaat dan telah dijalankan sebagai system pengadaan barang dan jasa di sector public Indonesia. Sejauh ini belum banyak tulisan empiris mengenai seberapa besar e-procurement dibandingkan dengan non e-procurement telah ditetapkan dalam rencana, anggaran, indicator pengadaan dan laporan kinerja di tiap kementerian/Lembaga/instansi Indonesia. Tulisan ini menguji pengaruh rencana atau anggaran pengadaan terhadap penetapan indicator kinerja pengadaan di sector public Indonesia serta memberikan gambaran terhadap implementasi e-procurement pada laporan akuntabilitas dan kinerja yang sudah berjalan dengan menggunakan analisa konten dan pengujian regressi metode ordered logit dengan software STATA. Tulisan ini membuktikan bahwa rencana pengadaan berhubungan positif terhadap indicator kinerja dan bahwa rencana atau anggaran e-procurement lebih berpengaruh terhadap penetapan indicator kinerja pengadaan dibandingkan dengan non-eprocurement. Implementasi e-procurement di sector public Indonesia akan meningkat dengan penambahan alokasi anggaran e-procurement, dimana penetapan indicator pengadaan menunjukkan sejauh mana sebuah Lembaga menetapkan prioritas untuk menilai kinerjanya.
Copyrights © 2022