Sastra bandingan merupakan suatu cabang ilmu sastra yang mengkaji karya sastra dalam bentuk, fungsi dan makna. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan tokoh perempuan dalam novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman dengan menggunakan teori sastra bandingan Sapardi DjokoDamono. Tinjauan ini mendeskripsikan berbagai ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan dari kedua novel tersebut, yaitu tokoh perempuan dari novel Cantik Itu Luka dan tokoh perempuan dalam novel Re: dan peRempuan, menggunakan teori ketidakadilan gender menurut Fakih 2008 (dalam Miyasari 2019:29) termanisfestasikan dalam berbagai bentuk yang terjadi di berbagai tingkatan masyarakat, yakni marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi(penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda (double burden). Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu dengan cara menganalisis dan menguraikan data untuk menggambarkan keadaan objek yang diteliti yang menjadi pusat perhartian. Hasil penelitian ini penulis dapat menyimpulkan tokoh perempuan dalam novel tersebut sama-sama mengalami ketidakadilan gender dengan sedikit perbedaan karena latar budaya dan waktu yang berbeda, yangmeliputi (1) marginalisasi, (2) stereotipe, (3) subordinasi, (4) kekerasan, dan (5) beban kerja ganda.Kata kunci: Ketidakadilan Gender, Novel, Sastra Bandingan, Re: dan peRempuan
Copyrights © 2022