Perhitungan ketinggian awal timbunan pada teknik perbaikan dengan prekompresi diatas tanah dasar lunak membutuhkan parameter utama nilai Cc dalam perhitungan. Namun pada beberapa kondisi tidak tersedia data sehingga dibutuhkan rumus empiris. Pada ruas Jalan Palmboom – Romokalisari Surabaya dilakukan perhitungan Hawal timbunan dengan rumus empiris berdasarkan studi terdahulu. Hasil menunjukkan bila menggunakan korelasi empiris data laboratorium, perbedaan nilai Cc berkisar 30% - 70%. Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan Hawal timbunan, asumsi tanah terkonsolidasi normal ataupun terkonsolidasi lebih memiliki perbedaan yang hampir sama bila menggunakan korelasi empiris laboratorium. Pada kondisi terkonsolodasi normal dengan penggunaan korelasi empiris laboratorium perbedaan 17 – 23% dan 18 % - 24% pada kondisi konsolidasi berlebih. Bila digunakan data korelasi empiris lapangan kebutuhan Hawal memiliki perbedaan 13% - 32% pada kondisi tanah terkonsolidasi normal atau konsolidasi berlebih.
Copyrights © 2022