Limbah cair tahu adalah cairan berwarna putih bertekstur kental yang merupakan hasil dari produksi tahu yang tidak digunakan. Limbah cair tahu memiliki kandungan nitrogen, fosfor, kalium, dan protein yang mudah terfermentasi sehingga dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan bau busuk jika dibuang langsung tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu, maka limbah akan dimanfaatkan menjadi pupuk cair organik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan rasio gula terhadap kadar N, P, K. Pembuatan pupuk cair menggunakan proses fermentasi dengan penambahan yakult dan EM-4 dikarenakan sama-sama mengandung bakteri lactobacillus yang dapat membantu proses fermentasi, air kelapa dan gula ditambahkan dengan rasio 1:0,075; 1:0,125; 1:0,25. Proses fermentasi limbah cair dilakukan selama 5 hari, 10 hari, 15 hari, dan 20 hari. Pupuk diuji menggunakan metode Kjeldahl untuk kadar nitrogen (N), spektrofotometri untuk mengetahui kadar fosfor (P2O5), dan AAS (atomic absorption spectroscopy) untuk kadar kalium (K2O). Kadar N, P, dan K terbaik dihasilkan dari limbah tahu dengan waktu fermentasi selama 10 hari dan rasio gula 1:0,125 dengan kadar masing-masing 0,662%, 1,133%, dan 1,239%.
Copyrights © 2022