Heat Exchanger banyak digunakan di berbagai industri tenaga atau industri lainnya dikarenakan mempunyai banyak keuntungan. Pada suhu fluida di dalam penukar panas pada umumnya tidak konstan, tetapi berbeda dari satu titik ke titik lainnya pada waktu panas mengalir dari fluida yang panas ke fluida yang dingin. Pada penelitian ini menggunakan alat heat exchanger jenis shell and tube yang berarti 1 lewatan pada shell dan terdapat 2 lewatan pada tube dengan aliran counter flow. Aliran counter flow adalah aliran yang mengalir secara berlawanan. Semakin besar laju alir fluida dingin dan fluida panas maka transfer panas yang dihasilkan juga akan meningkat. Pada saat fluida panas 5,33 ft3/h nilai Q sebesar 513,726 btu/h, pada fluida panas 9,91 ft3/h nilai Q sebesar 690,634 btu/h, sedangkan pada fluida panas 10,68 ft3/h nilai Q sebesar 885,105 btu/h. Pada saat fluida dingin 4,07 ft3/h nilai Q sebesar 513,726 btu/h, pada fluida panas 4,58 ft3/h nilai Q sebesar 690,634 btu/h, sedangkan pada fluida panas 9,92 ft3/h nilai Q sebesar 885,105 btu/h.Kata kunci: Heat Exchanger, laju alir, fluida, Transfer, panas
Copyrights © 2022