Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan
2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor

KESETIMBANGAN TERMAL PADA FASILITAS UNTAI FASSIP-03 NT BERDASARKAN PERBEDAAN TEMPERATUR PADA HEATING TANK SECTION DAN COOLING TANK SECTION

Dedy Haryanto (Organisasi Tenaga Nuklir-Pusat Riset dan Teknologi Reaktor Nuklir-BRIN)
Ainur Rosidi (Organisasi Tenaga Nuklir-Pusat Riset dan Teknologi Reaktor Nuklir-BRIN)
Bambang Heru Kusnugroho (Organisasi Tenaga Nuklir-Pusat Riset dan Teknologi Reaktor Nuklir-BRIN)
Giarno Giarno (Organisasi Tenaga Nuklir-Pusat Riset dan Teknologi Reaktor Nuklir-BRIN)
Mulya Juarsa (Organisasi Tenaga Nuklir-Pusat Riset dan Teknologi Reaktor Nuklir-BRIN)
Totok Dermawan (Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia-BRIN)
Rio Natanael Wijaya (Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia-BRIN)
Yadi Yunus (Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia-BRIN)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

Kejadian station blackout (SBO) pada PLTN Fukushima Daiichi pada Maret 2011 di Jepang menjadi latar belakang yang penting untuk kegiatan penelitian tentang sistem pendinginan pasif pada teknologi keselamatan reaktor nuklir. Pengaruh perubahan densitas fluida di daerah panas menimbulkan gaya apung (buoyancy force) dan pengaruh perubahan densitas fluida pada keadaan dingin menimbulkan gaya gravitasi (gravitational force) sehingga terjadi sirkulasi alam pada fluida kerja (air) di sepanjang untai. Tujuan penelitian dilakukan untuk menentukan batasan operasi untuk eksperimen berdasarkan hasil analisis kesetimbangan energi termal selama komisioning. Penelitian dilakukan secara eksperimental berdasarkan variasi setting temperatur air dalam tangki pemanas dan daya listrik di heater (variasi tegangan regulator). Analisis dilakukan berdasarkan grafik data temperatur dan perhitungan kesetimbangan energi termal yang terjadi pada untai FASSIP 03 NT selama komisioning. Hasil analisis kesetimbangan energi termal memberikan data kuantitas perubahan energi pada setiap bagian dari Untai FASSIP-03 NT, yaitu di pendingin, pemanas dan pempipaan selama proses komisioning berlangsung. Nilai analisis menunjukkan bahwa prosentase perbedaan selisih temperatur di penukar kalor helical dalam tangki pemanas (ΔTHTS) dan di dalam tangki pendingin (ΔTCTS) pada rentang 7,61% - 15,14% dengan rata-rata 10,31%. Selisih temperatur antara HTS (ΔTHTS) dan CTS (ΔTCTS) tidak begitu besar yang mengindikasikan hampir mencapai kesetimbangan energi termal pada untai FASSIP-03 NT.

Copyrights © 2022