Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
Vol 5, No 2 (2022)

Bunuh Diri Sosiopathik Sebuah Fenomena Sosial Keagamaan Hingga Sosial Ekonomi (Studi Kasus Di Desa Wonorejo, Srengat, Blitar)

Fitrianatsany Fitrianatsany (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Dec 2022

Abstract

Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah adanya tindak bunuh diri karena masalah keturunan disamping masalah ekonomi. Bunuh diri yang biasa erat dikabarkan dengan isu ekonomi, sosial dan juga fenomena-fenomena mistis didalamnya seperti pulung gantung/pulung tambang ataupun banas pati beralih menjadi isu psikologis bila dikaitkan dengan masalah keturunan atau dalam ilmu psikologi disebut sebagai fenomena sosiopathik. Bunuh diri yang disebabkan oleh masalah keturunan ini merupakan sebuah bentuk penyimpangan yang dilakukan individu sebagai jalan keluar dari penyelesaian masalah yang sedang dihadapi dan menjadi contoh serta ditiru oleh individu lain ketika sedang mendapat masalah yang terekam oleh peristiwa dan waktu.Dari penelitian ini diketahui bahwa adanya fenomena bunuh diri ini dikarenakan faktor keturunan. Penyebab dari adanya bunuh diri tersebut dikArenakan adanya penyimpangan individu yang disebut sosiopathik yakni hasil proses dari individuasi dan differensiasi.  Kurangnya ketaatan kepada sang pencipta dan kurangnya interaksi sosial dengan masyarakat membuat fenomena bunuh diri karena keturunan ini terus menerus terjadi. Kurangnya interaksi, kepekaan, perhatian dan juga kepedualian sesama individu  dan juga keluarga maupun masyarakat kepada individu yang sedang depresi menjadi penyebab utama terjadinya bunuh diri.Penelitian ini dilakukan di Desa Wonorejo, Srengat, Blitar, Jawa Timur dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teori yang digunakan yaitu teori sosiologi agama dari Durkheim tentang bunuh diri dan Weber tentang motif sosial tindakan individu. Dalam hal ini, agama memiliki hubungan yang baik dengan tindak sosial individu di masyarakat. Selain itu, agama juga berfungsi sebagai motif sosial seseorang dalam melakukan sebuah interaksi. Adanya bekal agama pada individu dapat membuat individu tersebut membedakan tindakan yang baik dan juga dosa yang menyebabkan penyimpangan seperti bunuh diri.Kata Kunci: Bunuh Diri, Sosiopathik, Keturunan

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JISA

Publisher

Subject

Religion Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, ...