Pembelajaran Al-Qur’an selalu menjadi fokus utama dan pertama dalam konteks pendidikan agama Islam, dan sebagaimana diketahui pembelajaran Al-Qur’an juga kemudian tidak dapat lepas dari aspek tahsin dan tilawah atau aspek pembacaan Al-Qur’an yang baik dan benar. Maksud baik dan benar disini adalah sesuai dengan kaidah tajwid, juga struktur kebahasaan yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu guru sebagai pendidik haruslah dapat menemukan metode yang tepat agar pembelajaran tahsin dan tilawah ini tidak terasa membosankan dan materi dapat tersampaikan dengan baik. Sebagaimana metode fashahatullisan yang diterapkan di Ma’had Tafidz Al-Fath Bandung, dimana metode ini digagas oleh Syeikh Khanova Maulana, dan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran tahsin dan tilawah dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an. Metode fashahatullisan merupakan sebuah metode untuk mempelajari ataupun memperbaiki bacaan Al-Quran huruf demi huruf dari huruf dari mulai alif sampai huruf ya, dan mengupas setiap huruf yang ada dalam Al-Quran dari mulai sifat hurufnya,makhorijul hurufnya,juga tarqiq tafkhim hurufnya. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan wawancara. Pada metode fashahatullisan didapatkan kesimpulan bahwa, metode diawali dengan guru membacakan matan-matan tajwid, yang diikuti oleh santri atau peserta didik, kemudian santri atau pserta didik menghafalkan matan-matan tajwid yang berasal dari atan manzhumah jazariyah, kemudian menyetorkannya, diikuti oleh penjelasan detail oleh guru.
Copyrights © 2022