Hasil panen kopi yang melimpah, bukan jaminan dapat mengangkat kondisi perekonomian petaninya. Penyebabnya adalah harga pasaran yang rendah, padahal kopi merupakan salah satu komoditi eksport yang ikut menyumbangkan aset kekayaan negara. Berbeda dengan keadaan perekomian petani yang tidak terus membaik dari hasil kebunnya. Inilah yang terjadi pada petani kopi di Desa Tirtoyudo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Solusinya adalah dengan gerakan yang muncul dari petani itu sendiri, dengan mengenali potensi, membentuk komunitas dan kemudian menciptakan kreasi dari hasil panen kopi dengan harga yang lebih menjanjikan. Pengebdian yang dilakukan diharapkan dapat mengangkat perekonomian petani kopi dengan metode Asset-Based Community Development. Dengan metode ini diharapkan petani dapat menciptakan produk olahan kopi dan dapat dijual di pasaran yang pada akhirnya dapat mengangkat perekonomian petani kopi
Copyrights © 2022