This study aims to identify the factors that influence the occurrence of differences in tellers. Then the identification results are used to determine steps that can be taken to anticipate teller transaction errors.This type of research uses qualitative methods, the research approach used in this research is phenomenology. Sources of data in this study are secondary data obtained from interviews with managers and employees at Bank BRI KCP Tilamuta and documentation as well as those sourced from library research in the form of reading books and other sources relevant to this research.This research produces the following findings: First, human and technical factors, human factors occur because of the teller's inaccuracy in inputting data. The technical factor occurs because of a system or network error that occurs in the bank. The two teller responsibilities for errors in carrying out orders have two settlement processes: (1) transferring funds to fellow banks by means of Error Corrections (2) Matching the transfer slip written by the customer, confirming the customer there was an input error, blinding the facsimile note regarding blocking transfers and making RTGS/LLG correction with proper data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya selisih pada teller. Kemudian kemudian hasil identifaksi tersebut digunakan untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan transaksi teller.Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara dengan manajer dan karyawan pada Bank BRI KCP Tilamuta dan dokumentasi serta yang bersumber dari penelitian kepustakaan berupa buku bacaan dan sumber lainnya yang relevan dengan penelitian ini.Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut : Pertama faktor manusia dan teknis, faktor manusia terjadi karena adanya ketidak telitian teller dalam menginput data. Faktor taknis terjadi karena adanya kesalahan sistem atau jaringan yang terjadi pada bank. Kedua pertanggung jawaban teller atas kesalahan dalam menjalankan perintah ada dua proses penyelesaian: (1) transfer dana ke sesame bank dengan cara Error Corrections (2) Mencocokan slip transfer yang ditulis nasabah, mengonfirmasi nasabah adanya kesalahan penginputan, membuta nota faksimile perihal pemblokiran transfer dan membuat koreksi RTGS/LLG dengan data yang seharusnya.
Copyrights © 2022