Pemberian hadiah sudah umum dilakukan oleh masyarakat seluruh dunia sebagai wujud rasa terima kasih atau kasih sayang sseseorang. Ketika terjadi pemberian maupun pertukaran hadiah akan memperkuat ikatan sosial diantara mereka. Akan tetapi jika pemberian hadiah itu memiliki maksud atau tendensi tertentu dan bukan dari pribadi akan tetapi dari sumber yang berasal dari organisasi atau pemerinth maka ada kemungkinan pemberian hadiah itu menjadi suap. Variabel kunci dalam hal ini adalah bukan nilai dari hadiah tersebut akan tetapi keterbukaan transaksinya. Penelitian ni mencoba untuk mengungkapkan perbedaan pemberian hadiah , gratifikasi dan suap dalam perspektif administrasi public. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk dapat mengggali dan memahami dan membedakan secara analitis berbagai praktek pemberian dan memperjelas konseptual dari makna hadiah dan suap.
Copyrights © 2018