Peningkatan daya saing koperasi pada era modern ini dituntut semua pihak untuk melakukan kegiatan optimalisasi dalam meningkatkan peran koperasi. Sehingga masyarakat yang tingkat penghasilannya rendah saat ini kesulitan mencari mitra untuk memperoleh bantuan pinjaman dana untuk memenuhi kebutuhannya segera terpenuhi tanpa ada persyaratan yang ribet dan tidak berhubungan dengan rentenir bank emok yang menjamur di tengah masyarakat. Namun pada kenyataannya masyarakat cenderung menganggap bahwa bank emok sama dengan koperasi. Tujuan penelitian ini adalah supaya koperasi berperan sebagaimana mestinya sesuai undang-undang perkoperasian dan dapat berperan secara optimal dalam meningkatkan dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan dapat mereduksi praktek rentenir bank Emok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kausal komparatif yang bertujuan membandingkan persamaan dan perbedaan antara bank emok dan koperasi. Teknik sampling menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik Sampling aksidental pada masyarakat Sukabumi yang menggunakan jasa Koperasi dan Bank Emok yang berjumlah 97 orang. Adapun Teknik analisis untuk menguji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Bank Emok dengan koperasi.
Copyrights © 2021