Di Indonesia sendiri, UMKM ritel sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat bahkan sampai beberapa tahun kebelakang. Maka, seiring dengan pesatnya perkembangan skala usaha ritel dan semakin sulitnya berada di dunia usaha yang terus berlomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu fenomena yang jelas terlihat adalah terus merebaknya pasar modern di tengah – tengah pasar tradisional. Hal ini dirasakan oleh Toko Sembako dengan hadirnya Yomart Pagaden. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penerapan strategi marketing mix pada konsumen pasar tradisional dan pasar modern. Penggunaan strategi marketing mix bertujuan untuk melihat strategi yang diterapkan oleh masing – masing objek yang diteliti. Penggunaan strategi marketing mix pada 7P dikarenakan penelitian ini berada dijenis jasa/service. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian komparatif, kuantitatif. Penelitian menggunakan rumus Bernouli sebagai sarana penentuan jumlah sampel dan dapat ditentukan sample yang di ambil pada penelitian ini sebanyak 100 responden yang akan digunakan pada kuisioner dari masing – masing objek penelitian. Hasil dari penelitian ini terdapat Toko Sembako H.Nana dengan nilai rata sebesar 78,85 sementara Yomart Pagaden sebesar 92.81. Dari nilai yang ditampilkan, maka dapat disimpulkan adanya perbedaan terhadap penerapan strategi pemasaran yang digunakan pada kedua objek penelitian, yaitu Yomart Pagaden memiliki dan Toko Sembako H.Nana. Kata Kunci: Strategi Bauran Pemasaran 7P, Pasar Tradisional, Pasar Modern.
Copyrights © 2021