Praktik fraud yang terjadi pada zaman sekarang bukan hanya terjadi pada dunia bisnsi dan pemerintahan, namun sudah merambat kedalam organisasi nilaba. Dimana untuk membuahkan hasil dari tujuan menguntungkan kepentingan pribadi, ada serangkaian perbuatan tak terpuji yang dilakukan seperti perekayasaan angka diatas kerja bahkan pemanipulasian data. Dalam konteks tersebut, akuntansi forensic menjadi ilmu yang berperan dalam pencegahan dan pendeteksian bahkan pengungkapan fraud yang terjadi, terutama menyingkap budaya penyebab fraud yang telah mewabah kedalam kehidupan organisasi nirlaba, sehingga terjadi perubahan tujuan dasar organisasi tidak lagi berpihak kepada masyarakat justru merugikan masyarakat terutama anggota organisasi. Dari fenomena yang ada, terlihat ketidaksesuaian antara fungsi organisasi nirlaba dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat khususnya anggota organisasi dengan perilaku fraud yang dilakukan sekelompok orang untuk menguntungkan pribadi atau sekelompok orang dengan cara melakukan rekaya permainan angka diatas kertas dan pemanipulasian angka serta praktik kebohongan, yang mana tindakan yang dilakukan bertentangan dengan prinsip dan asas-asas yang menaungi didirikannya organisasi nirlaba. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Teknik pengumpulan data mengunakan obeservasi, indepht interview, dan sudi dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan strategi dalam pencegahan fraud pada organisasi nirlaba di Indonesia.
Copyrights © 2021