Latar Belakang : Salah satu hal yang sering dilupakan dalam proses pengklasifikasian dan pengkodean adalahpemberian kode external cause (penyebab luar) yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan penyebab luarterjadinya suatu penyakit, baik yang diakibatkan karena kasus kecelakaan, cedera, keracunan, bencana alam,pendarahan, maupun penyebab-penyebab lainnya. Berdasarkan jurnal penelitian yang dilakukan oleh Adinda PutriAmalina, dkk (2018) diketahui bahwa dari 77 sampel berkas rekam medis pasien cedera pada kasus kecelakaanlalu lintas di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Ponorogo, sebesar 36,36% dari 28 kode telah akurat dan sebesar63,64% dari 49 kode tidak akurat. Kesalahan seringkali terletak pada diagnosa yang belum jelas petugas codingsegera menghubungi dokter yang berwenang dalam memberikan diagnosa agar kode yang dihasilkan tepat danakurat dan kepala rekam medis mensosialisasikan SOP bagian coding agar bekerja sesuai aturan dan teori yangberlaku. Tujuan : Mengetahui seberapa tepat kode injury dan external cause. Metode : Jenis penelitian inimenggunakan penelitian deskriptif berdasarkan studi literatur dengan menganalisis 10 jurnal terkait dengan tematopik permasalahan yang sama. Jurnal yang di ambil dari tahun 2009-2020 dengan jurnal yang berhubungan denganketepatan kodefikasi injury dan external cause. Hasil : Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal terkait didapatkan hasilketepatan kodefikasi kasus injury dan external cause masih kurang dari 50%, ketidaktepatan tersebut dipengaruhidengan berbagai kendala diantaranya: tidak terisi lengkapnya diagnosis dan keterangan tambahan pada lembarpendukung, kurangnya kepedulian sikap coder dalam pengkodean kode injury dan external cause karena belumadanya regulasi dari rumah sakit yang mengharuskan pengkodean kasus tersebut, kurangnya pengetahuan coderdalam melakukan kodefikasi, belum terupdatenya ICD-10 berbasis komputer dalam SIMRS sehingga coder tidakbisa melakukan kodefikasi pada karakter ke-4 dan ke-5. Berdasarkan hasil analisis 10 jurnal terkait didapatkanhasil faktor-faktor penyebab ketidaktepatan kode injury dan external cause yaitu: faktor SDM yang terdiri daritenaga medis dan petugas koding (coder), meliputi pengetahuan, pengalaman kerja dan sikap dari petugas, faktorSIMRS atau sarana prasarana dan faktor kebijakan (regulasi rumah sakit).Kata Kunci : Coding, Injury, External C
Copyrights © 2022