Perempuan penyandang disabilitas memiliki kerentanan dalam kondisi bencana. Fenomena tersebut dialami perempuan penyandang disabilitas penyintas gempa Lombok tahun 2018 yang disebabkan kurangnya partisipasi dalam pengurangan risiko bencana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor penghambat partisipasi perempuan penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana. Analisis komprehensif terhadap faktor penghambat menjadi dasar penyusunan model pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas dalam partisipasi pengurangan risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi partisipatif. Informan penelitian empat perempuan penyandang disabilitas penyintas bencana gempa Lombok di lokasi pengungsian Sembalun Lombok Timur. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi metode, sumber data, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya kebijakan, batasan peran gender, rendahnya pemberdayaan, dan kurangnya trustworthiness menjadi faktor penghambat partisipasi perempuan penyandang disabilitas dalam pengurangan risiko bencana. Kebijakan pengurangan risiko bencana belum memenuhi management, political, dan legal approach administrasi publik. Hasil penelitian akan didiskusikan lebih lanjut.
Copyrights © 2022