Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan upaya pemerintah untuk melakukan perbaikan kembali hutan yang telah rusak. Desa Bayem merupakan salah satu desa yang ikut terlibat dalam program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan petani dalam program pencapaian kesejahteraan rumah tangga. Metode kualitatif digunakan. Lokasi ditentukan secara sengaja yaitu di Desa Bayem, Malang, Indonesia. Responden diidentifikasi dengan menggunakan snowball sampling. Informan kunci adalah petani lokal, pria atau wanita, yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Sedangkan sumber pendukung ditetapkan secara purposive, yaitu terdiri dari tokoh masyarakat formal atau nonformal, perangkat desa, dan petugas Perhutani. Berdasarkan analisis gender, kualitatif, dan kontribusi pendapatan, kami menemukan bahwa peran petani perempuan dalam Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat masih kurang optimal, padahal mereka dapat menyumbang pendapatan rumah tangga yang setara dengan petani laki-laki, yaitu Rp. 16.981.900 per tahun atau 50%. Meskipun demikian, perempuan tani mampu mengalokasikan waktunya untuk tetap melakukan peran reproduksinya dalam rumah tangga sementara laki-laki tidak.
Copyrights © 2022