Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena sebagian besar penderitanya tidak mampu mengenali adanya tanda dan gejala awal sebagai peringatan dari hipertensi yang dideritanya. Sebanyak 21% penderita hipertensi pada usia dewasa tidak mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai sehingga cenderung tidak terkontrol. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi hipertensi pada masyarakat di Kecamatan Karangtengah-Cianjur. Metode pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi interaktif yang dilakukan di puskesmas Karangtengah-Cianjur dengan pendekatan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling pada pasien rawat jalan poli umum dan poli lansia sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Jumlah peserta pengabdian masyarakat adalah 40 orang. Peserta pengabdian masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan yang signifikan (0,000) dengan rata- rata peningkatan pengetahuan terhadap deteksi dini dan pencegahan komplikasi hipertensi sebesar 2,20 poin (skor sebelum 7,02 dan skor setelah 9,22). Selain itu, terdapat peningkatan sikap peserta peserta pengabdian masyarakat yang signifikan (0,000) terhadap deteksi dini dan pencegahan komplikasi hipertensi dengan nilai rata-rata peningkatan skor sebesar 7,12 point (skor rata-rata sebelum 32,07 dan skor rata-rata setelah 39,20). Peningkatan pengetahuan dan sikap peserta pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa optimalisasi kegiatan promosi kesehatan masalah hipertensi di puskesmas dapat menjadi pilihan efektif dalam upaya deteksi dini hipertensi dan pencegahan komplikasi lebih lanjut. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan promosi kesehatan di puskesmas untuk deteksi dini dan pencegahan komplikasi hipertensi di masyarakat
Copyrights © 2022