Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk mendukung visi Desa Nihil Sampah (zero-waste village) di Desa Karangkemiri, Banjarnegara. Di satu sisi, semakin padatnya permukiman menyempitkan lahan pekarangan di desa sehingga makin menyulitkan masyarakat dalam membuang sampah. Hal itu menjadikan sebagian warga membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan desa menjadi kotor, menimbulkan keresahan, dan mengganggu kesehatan. Di sisi lain, teknologi pengolahan sampah telah mengalami kemajuan pesat, siap pakai dan efisien, bahkan bernilai tambah. Kesenjangan antara kedua hal di atas dapat dijembatani dengan program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya menggunakan konsep zero-waste village
Copyrights © 2022