The presence of children with blind can affect routines and patterns of relationships with the surrounding environment. Mothers who have children who are blind will experience different challenges compared to those who have normal children. The problems faced require problem solving as an effort to adjust or adapt to the problems and pressures that befall mothers who have children with visual impairments. The concept to solve this problem is called a coping strategy. This study aims to describe the process of coping strategies for mothers who have blind children. This study uses qualitative methods with data collection techniques using interviews and observations. The data analysis technique used is descriptive inductive technique. This study used one subject she is 38 years old, subject who had a child with a diagnosis of total blindness. The results showed that the subject used coping strategies in two forms, namely problem focused coping and emotion focused coping.Kehadiran anak tunantera dapat mempengaruhi rutinitas dan pola hubungan dengan lingkungan sekitar. Ibu yang memiliki anak tunanetra pasti mengalami berbagai tantangan yang berbeda dibandingkan dengan yang memiliki anak normal. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut memerlukan pemecahan masalah sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi pada masalah dan tekanan yang menimpa pada ibu yang memiliki anak penyandang tunanetra. Konsep untuk memecahkan masalah ini disebut dengan strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses strategi coping pada ibu yang memiliki anak tunanetra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan satu orang subjek berusia 38 tahun yang memiliki anak dengan diagnosa tunanetra total. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek mengunakan strategi coping dalam dua bentuk yaitu problem focused coping dan emotion focused coping.
Copyrights © 2022