Untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional di Kabupaten Jeneponto dilakukan dengan cara membuat jaringan irigasi air tanah dengan sumber air dari sumur bor di 3 titik lokasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan sistem irigasi tadah hujan. Tujuan dari studi ini adalah merencanakan secara rinci jaringan irigasi air tanah yang ideal untuk mencukupi besarnya kebutuhan air di area persawahan yang memanfaatkan sumur bor sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air. Dari perhitungan kapasitas debit optimum pemompaan dengan maksimum keperluan air irigasi maksimum 1 lt/det/ha dan NFR sebesar 8,411 mm/hari, maka keperluan air irigasi dalam satu hari per hektar sebesar 84.100 liter/hari dengan debit sumur 7 lt/det serta lama penyiraman yang diperlukan dalam satu hari per hektar sebesar 0,31 jam. Berdasarkan analisa neraca air di Kabupaten Jeneponto pada SDJP 430, SDJP 431 dan SDJP 432, debit optimum sebesar 7 liter/detik memiliki kebutuhan air irigasi maksimum sebesar 1,268 liter/detik/ha dapat mengairi luas layanan sebesar 19,91 ha. Hasil analisa usaha tani yang dilakukan, diperoleh bahwa dengan adanya Jaringan Irigasi Air Tanah akan meningkatkan produksi pertanian dan secara otomatis akan mengangkat pendapatan masyarakat petani di lokasi studi.
Copyrights © 2022