SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022

Performansi Sistem Free Space Optic dengan SS-WDM-MIMO Menggunakan Teknik Modulasi QPSK pada Beberapa Cuaca

Norvan Mukhtar (Electrical Department Faculty of Science and Technology UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
Rika Susanti (Electrical Department Faculty of Science and Technology UIN Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2022

Abstract

Sistem komunikasi Free Space Optic memiliki kecepatan akses data yang tinggi dibandingkan sistem komunikasi wireless lain. Sistem Free Space Optic ditransmisikan melalui udara, sehingga keadaan cuaca sangat mempengaruhi kinerja sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cuaca pada sistem Free Space Optik dengan teknologi SS-WDM-MIMO. Pada penelitian ini diperoleh daya input minimum dan jarak transmisi maksimum sistem SS-WDM MIMO pada beberapa kondisi cuaca, mencakup cuaca cerah, hujan ringan, hujan sedang, hujan berat, salju basah, salju kering, kabut tipis, kabut asap tipis, kabut tebal, dan kabut asap tebal. Teknik modulasi yang digunakan adalah QPSK. Berdasarkan hasil simulasi, sistem SS-WDM MIMO FSO dengan daya 0 dBm, dapat memberikan kinerja yang baik dalam berbagai kondisi cuaca, kecuali pada kondisi cuaca hujan berat dan kabut asap tebal. Daya minimum yang dibutuhkan sistem untuk dapat memberikan kinerja yang baik pada jarak 1 km pada kondisi cuaca hujan berat adalah 3 dBm, sedangkan pada kondisi cuaca kabut asap tebal adalah 9 dBm. Dengan daya sebesar 9 dBm, jarak transmisi maksimum sistem pada kondisi cuaca yang memiliki nilai redaman terkecil (cuaca cerah) dapat mencapai 13 km, sedangkan jarak transmisi maksimum untuk sistem dengan cuaca yang memiliki nilai redaman terbesar (cuaca kabut asap tebal) hanya mencapai 1 km.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...