Pada sistem code division multiple access (WCDMA) peranan dari power control sangat diperlukan untuk mendapatkan sistem dengan kapasitas kanal yang optimum. Salah satu faktor yang membatasi kinerja dari closed-loop power control (CLPC) adalah besarnya langkah (step-size) update pada pengaturan daya pancar mobile station (MS), karena kanal fading berfluktuasi dengan cepat dan seringkali cukup dalam. Besarnya langkah update power ditentukan oleh banyaknya penggunaan bit power control command (PCC) yang merupakan hasil kuantisasi dari informasi error feedback. Ada dua metode kuantisasi yaitu algoritma fixed-step yang menggunakan satu bit perintah PCC dan variable-step yang menggunakan multi bit perintah PCC. Pada penelitian ini kinerja algoritma variable-step dievaluasi, kemudian dibandingkan dengan algoritma fixed-step. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam kondisi ideal, kinerja algoritma variable-step lebih baik daripada fixed-step dan pencarian nilai SIR menggunakan algoritma Monte Carlo. Namun dalam kondisi praktis dimana power control dipengaruhi delay loop dan error bit perintah PCC, algoritma variable-step mengalami degradasi kinerja BER secara drastis sehingga algoritma fixed-step lebih realistis untuk diimplementasikan.
Copyrights © 2010