Tanaman terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman hortikultura semusim yang termasuk kedalam famili Solanaceae dan merupakan tanaman sayuran penting ke empat di dunia. Produksi terung tahun 2017-2020 mengalami fluktuasi disebabkan oleh pemanfaatan lahan budidaya yang masih bersifat sampingan juga pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi pemberian pupuk organik. Pemberian pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi dan interval waktu yang tepat dapat menjadi solusi untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan interval waktu pemberian POC yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung ungu. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jalan Kuping Gajah, Kota Malang pada bulan Maret hingga Juni 2022 dengan ketinggian ±557 mdpl dan rerata suhu 22ºC–25ºC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan dan 3 kali pengulangan, yaitu: K0: tanpa POC (kontrol), K5;1: 5 ml.l-1 air + interval 1 minggu sekali, K5;2: 5 ml.l-1 air + interval 2 minggu sekali, K5;3: 5 ml.l-1 air + interval 3 minggu sekali, K10;1: 10 ml.l-1 air + interval 1 minggu sekali, K10;2: 10 ml.l-1 air + interval 2 minggu sekali, K10;3: 10 ml.l-1 air + interval 3 minggu sekali, K15;1: 15 ml.l-1 air + interval 1 minggu sekali, K15;2: 15 ml.l-1 air + interval 2 minggu sekali, K15;3: 15 ml.l-1 air + interval 3 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian POC dengan konsentrasi 15 ml.l-1 air dan interval pemberian 2 minggu sekali merupakan kombinasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung ungu.
Copyrights © 2022