Rumah sebagai unit properti bernilai memiliki aspek unik, permintaan yang didasarkan dua motif yaitu konsumsi dan investasi. Sebagai barang konsumsi, rumah dimiliki untuk memenuhi kebutuhan dasar dan sebagai aset investasi, permintaan diputuskan melalui proses kelayakan investasi. Rumah sebagai unit properti memiliki faktor penentu nilainya. Satu di antaranya faktor perletakan atau lokasi rumah dalam cluster. Lokasi sekitar unit hunian dipandang sebagai suatu kesatuan dari rumah (sense of localism). Lokasi rumah bukan hanya berbicara tempat rumah berada namun berkaitan lingkungan sekitar. Dari lokasi unit hunian dalam suatu kompleks perumahan dapat diestimasi nilainya berdasarkan dua hal: lingkungan (posisi atau formasi) dan aksesibilitas. Walau faktor lokasi bukan faktor pertimbangan utama pilihan bertinggal di suatu tempat dalam kompleks perumahan The Grand Sentul, hal ini dimungkinkan dengan menjadikan variabel tipe unit dan harga sebagai variabel independen sehingga saya dapat mengetahui letak atau lokasi yang jadi prioritas preferensi pilihan bagi perletakan unit hunian di dalam cluster. Penelitian ini memaparkan bagaimana faktor posisi dan aksesibilitas dapat diterapkan untuk membedakan nilai unit hunian berdasarkan perilaku penghuni yang bertinggal di suatu lokasi dalam cluster. Penelitian dengan pendekatan kualitatif mengkaji dinamisasi pemenuhan kebutuhan lokasi untuk bertinggal dan investasi ditinjau dari sisi pemilik melalui analisis karakter kawasan; pemanfaatan fasilitas; proses tinggal, pemenuhan kebutuhan lokasi unit dalam perumahan; dan nilai rumah bagi penghuni.Kata kunci: aksesibilitas; lokasi; perumahan tipe cluster; posisi; sense of localism
Copyrights © 2018